Menebarkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menekankan tiga makna penting dari kegiatan tersebut. Pertama, sebagai momentum untuk mendekatkan diri kepada Al-Qur’an sebagai pedoman hidup di tengah dinamika kehidupan yang semakin kompleks.
“Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi harus menjadi kompas dalam setiap langkah kehidupan kita, baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari masyarakat,” tegasnya.
Kedua, sebagai momentum memperkuat ukhuwah islamiyah, di mana seluruh lapisan masyarakat dapat berkumpul tanpa sekat, dalam suasana kebersamaan yang penuh kekhidmatan.
“Di majelis ini tidak ada perbedaan. Kita semua duduk bersama dalam satu tujuan, memperkuat persaudaraan dan kebersamaan sebagai umat,” ungkapnya.
Ketiga, sebagai momentum untuk menebarkan kebaikan di tengah masyarakat, dengan mengamalkan nilai-nilai yang diperoleh dari majelis ilmu dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya berharap setelah kegiatan ini, semangat mengaji dan nilai-nilai kebaikan dapat terus dibawa ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Jika setiap rumah dipenuhi dengan lantunan Al-Qur’an, maka keberkahan akan hadir di daerah kita,” tambahnya.
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari proses transformasi diri menuju pribadi yang lebih baik dan berakhlak Qur’ani.
Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai keagamaan dapat semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat, serta memperkuat kebersamaan dalam membangun Kabupaten Way Kanan yang religius, harmonis, dan sejahtera. (
